Penelitian Keperawatan Dan Perkembangan Keperawatan


Penelitian Keperawatan

1. Pengertian

Penelitian merupakan terjemahan dari kata research (Inggris) yang akhirnya diIndonesiakan menjadi RISET. Secara etimologi, riset berasal dari dua kata yaitu ”re” yang berarti kembali atau berulang-ulang, dan ”search” berarti mencari. Dengan demikian, riset berarti mencari makna kembali secara berulang-ulang.
Penelitian merupakan proses ilmiah karena dalam penelitian menggunakan ilmu dan penelitian akan menghasilkan penemuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam penelitian menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan proses yang teratur yang menggunakan prinsip-prinsip ilmu, memerlukan langkah-langkah yang berurutan untuk mencari informasi bagi pemecahanmasalah. Metode ilmiah ditandai dengan ciri :
1) sistematis;
2) terkendali;
3) empiris (nyata);
4) generalisasi; dan
5) formulasi teori.
Kegiatan penelitian bergerak secara sistematis dan teratur, mulai dari;
1) penemuan masalah;
2) mengumpulkan data berdasarkan rancangan penelitian yang tepat;
3) analisis data dan;
4) merumuskan kesimpulan hasil penelitian.
Kontrol merupakan unsur kunci dari pendekatan ilmiah. Kontrol melibatkan pemasukan kondisi dalam situasi penelitian agar masalah dapat diperkecil dan validitas (sahih) dan realibilitas (ketepatan) dapat tercapai. Empiris adalah proses dimana suatu kejadian berakar dari lialitas yang objektif dan dikumpulkan secara langsung atau tidak langsung melalui pengindraan dan digunakan untuk perumusan masalah. Penyelidikan empiris menghasilkan objektifitas penelitian karena gagasan/ide dicoba dalamsituasi nyata. Generalisasi merupakan slah satu ciri metoda ilmiah , berarti penelitian tidak menggunakan metode ilmiah untuk kejadian tertentu, tetapi harus mampu menggunakan hasil penelitian untuk lingkup yang luas. Generalisasi membantu perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan penjelasan dan prediksi untuk pristiwa yang akan terjadi.
Penelitian keperawatan menurut American Nurse’s Assosiation (1981) adalah pengembangan pengetahuan tentang kesehatan dan kemajuan kesehatan di dalam keseluruhan rentang kehidupan, merawat atau memelihara orang yang mengalami masalah kesehatan dan ketidakmampuan baik fisik maupun psikologis.
Penelitian keperawatan merupakan studi yang sistematis, mengkaji masalah keperawatan atau fenomena paktik dan asuhan keperawatan melalui studi yang kreatiif, mengawali dan mengevaluasi perubahan, mengambil tindakan untuk menghasilkan pengetahuan baru yang berguna bagi keperawatan.



2. Jenis Penelitian
A. Jenis penelitian digolongkan menurut jenis data yang dicari, yaitu :
a. Penelitian Kuantitatif:
1) Bersifat objektif dan sistematis.
2) Data yang dicari bersifat numerik (kuantitatif) : Nominal (dikotomi); Ordinal (katagorikal); Interval (tidak ada nol absulut); Rasio (Nol absulut). Terdiri dari jenis penelitian sebagai berikut.
a) Diskriftif (Non analitik) : pada populasi ; studi ekologi dan pada individu Case report, Case series, Cross sectional.
b) Obsevasional (Analitik) Cross sectional, case control, kohor.
c) Eksperimental (Eksperimental semu/ Quasi dan Eksperiment murni: RCT (Randomized Controlled Trial).
b. Penelitian Kualitatif
1) Bersifat subjektif
2) Data yang dicari bersifat kualitatif tentang pengalaman dan perasaan/emosi. Terdiri dari jenis penelitian :
a) Fenomenalogical
b) Grounded theory (studi pengembangan teori)
c) Ethnografi (studi suku/bangsa)
d) Historical (studi pengalaman)
e) Philosophical (studi pengetahuan)
B. Berdasarkan tujuan, metoda, kelengkapan, kesinambungan (waktu), tempat dan aktivitas dan dapat digambarkan sebagai berikut.

C. Triangulasi (penggunaan lebih dari satu metode dalam mempelajari suatu penomena melalui; Theoritical, data, invertigasi, dann sebagainya.



3. Pelaku Penelitian
Sesuai dengan hakekatnya maka penelitian bertopang pada ilmu pengetahuan yang selanjutnya akan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut karenanya penelitian harus dilaksanakann oleh orang yang memiliki dasar ilmu yang adekut sesuai dengan bidang yang diteliti. Bahkan mutu dan kualitas seseorang ilmuan dapat dinilai dari mutu ide dan kegiatan penelitian yang dilakukan.
Ilmuan yang mengamalkan ilmu tertentu dalam tugas perkerjaannya perlu mengembangkan ilmunya melalui penelitian. Dalam bidang kesehatan (UU No.23 1992) dinyatakan ada 4 ilmu bidang kesehatan yaitu kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat dan farmasi. Penelitian adalah tulang punggung ilmu pengetahuan karena pengetahuan berkembang dengan penelitian, tentunya hasil penelitian tersebut harus diamalkan dalam tatanan praktik profesi, dengan demikian akan memperbaiki mutu pelayanan profesi termasuk keperawatan.



4. Lingkup Dan Area Penelitian Keperawatan
Lingkup penelitian keperawatan termasuk dalam penelitian kesehatan serta bersumber pada penelitian epedemiologi kesehatan serta dalam area penelitian keperawatan sebagai berikut;
a. Pre Klinik :
1) Keperawatan dasar
2) Dasar Keperawatan
3) Administrasi dan Manajemen Keperawatan dan Kesehatan
4) Pendidikan Keperawatan
5) Teori terkait (kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, psikologi, sosial dll)
b. Klinik:
1) Keperawatan Reproduksi (Maternal Perinatal)
2) Keperawatan Pediatrik
3) Keperawatan Medikal Bedah
4) Keperawatan Psikiatrik
c. Komunitas :
1) Keperawatan Keluarga
2) Keperawatan Komunitas
3) Keperawatan Gerontik dan Kelompok khusus
4) Keperawatan Kesehatan Matra dan kesehatan kerja



5. Proses (Tahapan Kegiatan) Penelitian
Proses penelitian terdiri atas 4 tahapan yang berurutan yang direncanakan untuk menjawab pertanyaan-pernyataan penelitian atau pemecahan masalah penelitian, yaitu;
1) Tahapan perencanaan (menyusun proposal);
2) Tahap pelaksanaan (pengumpulan data, penampilkan data);
3) Tahap analisis (mengelompokkan data, menerapkan cara perhitungan / statistik yang sesuai, interpretasi hasil penelitian);
4) Tahap desiminasi (menyajikan hasil penelitian secara tertulis diserta secara lisan dalam bentuk pertanggungjawaban / promosi).

1) Tahap Perencanaan (pembuatan proposal)
Tahap ini merupakan tahap yang menentukan hasil kegiatan, serta akan berakhir dengan output berupa suatu proposal atau rancangan penelitian dan melampaui berbagai kegiatan panjang dan sistematis.
Diawali dengan mengidentifikasi masalah penelitian dan merumuskan masalah, menetapkan tujuan umum dan khusus serta maksud penelitian, merujuk bahan kepustakaan, merumuskan hipotesis (tidak semua penelitian) atau pertanyaan penelitian, menentukan rancangan / desain serta metodologi penelitian termasuk rancangan analisis data/hasil penelitian.
Sesuai dengan hakekat penelitian ingin menemukan, mengembangkan dan membuktikan kebenaran maka upaya perencanaan harus merujuk kepada konsep pengetahun dan teori oleh karenanya penelusuran kepustakaan untuk mendapatkan konsep dan teori yang sementara yang ada sebagai pijakan merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan. Untuk selanjutnya akan diperoleh konsep dan teori baru yang lebih tepat tau pengtetahuan yang sesuai atau tepat guna. Kegiatan lainnya dalam tahap ini adalah melakukan penelaahan etis dan uji coba metodologi penelitian khususnya (instrumen atau alat pengumpul data agar hasilnya valid dan reliabel)

2) Tahap Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilakukan jika prosedur administrasi telah ditempuh dan mendapat ijin dari pihak tempat penelitian dan pihak yang memberikan wewenang mengadakan penelitian termasuk secata etik yaitu oleh komisi etik. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan teknik yang telah ditentukan dan diujicobakan . Dalam tahap ini peneliti mengikuti setiap rencana yang ada dalam proposal dan telah disepakati. Apabila ada kemdala yang tidak diharapkan selama pengumpulan data, peneliti dapat mengambil keputusan mengubah prosedur penelitian atau tetap menerapkan sesuai proposal. Pengumpulan data dapat dilakukan oleh asisten peneliti yang terlebih dahulu telah mendapat pelatihan, artinya siapapun yang membantu penelitian akan tetap mematuhi ketentuan yang ada dan telah ditetapkan dalam proposal.
3) Tahap Analisa Data
Data yang telah dihitung dan ditabulasi, dianalisis mengunakan perhitungan/uji statistik yang sesuai (penelitian kuantitatif) dan triangulasi (penelitian klualitatif) selanjutnya di interpretasi dan menghasilkan temuan. Temuan penelitian perlu disentesa dengan memadukan bersama konsep dan teori dalam studi kepustakaan kemudian dipadukan dengan hasil penelitian terdahulu/sejenis sehingga dapat menghasilkan kesimpulan. Kesimpulan yang dihasilkan dalam tahap analisis data adalah hasil yang paling bermakna dalam penelitian. Artinya penelitian tidak akan menghasilkan apa-apa atau tak berarti sebelum menyimpulkan temuan penelitian.
4) Tahap Pelaporan
Penelitian sebagai metode ilmiah dalam hasanah pengetahuan perlu disebar luaskan secara terbuka sehingga hasilnya dapat dikonsumsi (dibaca, dipahami bahkan diterapkan untuk memperbaiki atau meningkatkan pelayanan serta kehidupan manusia). Selain sebagai sumber / sanggahan untuk penelitian berikutnya. Pelaporan penelitian juga dapat dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban tentang apa yang telah dilakukan, bahwa peneliti telah bersandar pada suatu konsep dan teori yang baik dan benar menyembangkannya serta memantapkannya. Kewajiban untuk melaporkan penelitian juga akan membuat peneliti berhati-hati dalam memenuhi kriteria metoda ilmiah yaitu sistematis, terkendali, empiris dan genetalisasi.


Perkembangan Keperawatan

Penelitian kep di tahun 1859
  • Riset keperawatan pada masa ini masih sangat minim.
  • Florence Nightingale (1820) adalah orang pertama yang melakukan penelitian di bidang keperawatan semasa perang krim. Karya pertama Florence berjudul Notes on Nursing, yang menjelaskan aktivitas penelitian yang berfokus pada pentingnya lingkungan yang sehat dalam mendorong kesehatan fisik dan mental pasien (patient’s physical and mental wellbeing).
  • Florence mengidentifiksi dan mengumpulkan data tentang lingkungan, spt ventilasi, kebersihan, temperatur atau kesterilan air serta diet untuk menentukan pengaruhnya thd kesehatan klien.
  • Florence juga mengumpulkan data ttg morbiditas dan mortalitas pada tentara di Perang Krim dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian tsb berhasil mengubah sikap militer dan masyarakat dalam memelihara penderita sakit.
  • Masyarakat pun mulai menerima tanggung jawab untuk menguji kebersihan dan kesterilan air konsumsi, perbaikan sanitasi, mengurangi morbiditas dan mortalitas.

Penelitian kep di awal tahun 1900-1950
  • Pada masa ini aktivitas keperawatan masih sangat terbatas.
  • Pada era ini telah bermunculan studi di bidang pendidikan keperawatan meski serba sedikit.
  • Studi-studi tsb mencakup Nursing Report (1912), Goldmark Report (1923), dan Burgess Report (1926).
  • Tahun 1900, American Journal of Nursing dipublikasikan untuk pertama kalinya.
  • Gairah peneitian di bidang kep tumbuh pada tahun1940 dan terus beranjut hingga tahun1950-an.
  • Pada era ini penelitian terfokus pada organisasi dan layanan keperawatan, seperti klasifikasi pasien menurut kebutuhan kep, asuhan kep komprehensif, kepuasan pasien, dll.
Penelitian Kep Ditahun 1950 Sampai Thn 1960-An
  • Pada thn 1950-an penelitian kep mulai mengalami kemajuan, penelitan menjadi prioritas pada masa ini.
  • Sekolah-sekolah keperawatan mulai memperkenalkan penelitian, akses dan dana penelitian makin mudah diperoleh.
  • Mulai dipublikasikan jurnal Nursing Research thn 1952.
  • Tahun 1950 ANA mangadakan proyek studi selama 5 thn (five years study) dibidang fungsi dan aktivitas kep.
  • Temuan dari hasil studi tsb adalah Twenty Thousand Nurses Tell Their Study yg merumuskan kriteria tentang fungsi, standar dan kualifikasi perawat prof thn 1957.
Penelitian keperawatan tahun 1970-an
  • Tercatat sebanyak 275 hasil studi yang dipublikasikan dengan rincian:
    a. 26% berkaitan dgn praktik kep
    b. 46% berfokus pada teknik monitoring
    c. 25% berkaitan dgn prosedur penatalaksanaan fisik.
    d. 29% berkaitan dengan prosedur penatalaksanaan psikologis.
  • Tahun 1973, konferensi Diagnosa Keperawatan pertama.
  • Studi-studi dilaksanakan untuk mengidentifikasi diagnosis kep yang tepat dan efektif.
Penelitian Tahun 1980-anBeragam jurnal telah diterbitkan antara lain:
a. Cancer Nursing
b. Cardiovascular Nursing
c. Dimension of Critical Care Nursing
d. Heart dan Lung
e. Journal of Obstetric
f. Gynecology and Neonate Nursing
Penelitian keperawatan di tahun 1990-anTahun 1991 ANA merevisi Standards of Clinical Nursing Practice. Dalam standar tersebut ANA merekomendasikan agar perawat dapat memasukkan/melaksakan temuan ilmiah dalam praktik klinis untuk memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit & meminimalkan penyakit akut/kronis.



Teknik Penelusuran Keperawatan
 
1. Definisi Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka adalah pandangan kritis terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan yang signifikan dengan penelitian yang sedang atau akan dilakukan. Tinjauan literatur adalah serangkaian referensi , bukan biografi. Hanya literatur yang telah anda gunakan untuk memperkuat masalah anda saja yang anda masukkan dalam tinjauan literatur. Tidak setiap hal yang anda baca tentang masalah anda akan relevan dengan penelitian anda oleh karena itu seharusnya tidak di masukkan dalam tinjauan literatur.



2. Sumber-Sumber Bahan Tinjauan Pustaka
Bahan bacaan (pustaka) yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam kegiatan penelitian dapat dikelompokan bahan bahan bacaan yang tertulis dan bahan bacaan yang tidak tetulis. Bahan bacaan yang tertulis adalah bahan bacaan yang yang berwujud vetakan dan diterbitkan atau paling tidak didokumentasikan. Bahan bacaan yang tertulis merupakan salah satu sumber bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan awal penelitian. Sumber bahan bacaan secara tertulis dapat diberikan contoh sebagai berikut:
a. Buku teks (text-book)
b. Buku Jurnal (hasil penemuan/ penelitian baru)
c. Majalah-majalah
d. Surat kabar
e. Ensiklopedia
f. Kamus (bahasa, manajemen, istilah, ekonomi, dll)
g. Data-data statistik atau Yaerbook
h. Buku laporan hasil penelitian
i. Prospectus / leaflet
j. Buku laporan tahunan dan karya lainnya yang ditulis/ dicetak.
k. Bulletin, dll.
Sedangkan bahan bacaan yang tidak tertulis adalah bahan sebagai referensi yang dapat dipergunakan sebagai pengkayahan bahan penelitian yang akan dilaksanakan. Peneliti dapat menggunakan sumber bahan penelitian yang tidak tertulis ini dengan contoh misalnya: rekaman suara (kaset), foto-foto, slide, film, peninggalan-peninggalan purbakala, dongeng-dongeng orang tua, kesenian dan lain sebagainya.


3. Kegunaan Tinjauan Pustaka
Suatu tinjauan pustaka mempunyai kegunaan untuk :
a. Mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yang akan kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan dan merancang metode penelitiannya;
b. Membantu memberi gambaran tentang metode dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip dengan penelitian yang dihadapi;
c. Mengungkapkan sumber-sumber data ( judul -judul pustaka yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya;
d. Mengenal peneliti -peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang dihadapi (yang mungkin dapat dijadikan narasumber atau dapat ditelusuri karya-karya tulisnya yang lain yang mungkin terkait;
e. Memperlihatkan kedudukan penelitian yang akan kita lakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada;
f. Mengungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal sebelumya;
g. Membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan penelitian -penelitian sebelumnya);
h. Mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihak-pihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.
i. Mengkaji sejarah permasalahan;
j. Membantu pemilihan prosedur penelitian;
k. Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan;
l. Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu;
m. Menghindari duplikasi penelitian; dan
n. Menunjang perumusan permasalahan.



4. Guna Konsep Dalam Penelitian
Konsep adalah suatu pengertian dasar dari apa yang akan di teliti. Sedangkan teori terdiri dari kesatuan pengertian konsep dan pernyataan yang sesuai yang akan menyajikan suatu fenomena dan dapat dipergunakan untuk menjalankan, menjelaskan, dan memprediksi atau mengontrol suatu kejadian. Landasan teori tersebut akan mendukung kerangka konsep yang akan memberikan landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya.



5. Isi Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Tinjauan pustaka meliputi :
a) Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan, biasanya ditunjukkan peninjauan dan kriteria penetapan pustaka yang akan ditinjau (dapat diungkapkan dengan sederetan pertanyaan).
Pada bagian pendahuluan ini pula dijelaskan tentang organisasi tinjauan pustaka, yaitu pengelompokan secara sistematis dengan menggunakan judul dan sub-judul pembahasan; umumnya, pengelompokan didasarkan pada topik; cara lain, berdasar perioda (waktu, kronologis).
b) Pembahasan
Pembahasan disusun sesuai organisasi yang telah ditetapkan dalam bagian pendahuluan. Pembahasan pustaka perlu dipertimbangkan keterbatasan bahwa tidak mungkkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibahas dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting dan perlu dibahas lebih rinci daripada pustaka lainnya. Dalam hal ada kemiripan isi, perincian dapat diterapkan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka lainnya cukup disebutkan saja tapi tidak dirinci.
c) Kesimpulan
Tinjauan Pustaka diakhiri dengan kesimpulan atau ringkasan yang menjelaskan tentang “apa arti semua tinjauan pustaka tersebut.


6. Teknik Penulisan Tinjauan Pustaka
Dalam mengembangkan tinjauan pustaka diperlukan empat tahap :
a) Perumusan masalah : topik atau bidang apa yang diperiksa dan apa komponen komponennya?;
b) Pencarian literatur: menemukan bahan yang relevan dengan subjek yang dipelajari
c) Evaluasi data: menentukan literatur mana yang memberi sumbangan signifikan dalam memahami topik;
d) Analisa dan penafsiran: membahas penemuan dan kesimpulan dari literatur tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
http://intelek.wordpress.com/2009/12/21/konsep-dasar-penelitian-dalam keperawatan/
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2010/11/22/kajian-teori-kerangka-konseptual-dan-hipotesis/
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Suharsimi Arikunto. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.


Password : www.ilmukeperawatan.info