Konsep Profesi Dalam Lingkungan Keperawatan


Konsep dan Karakteristik Profesi
A. Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan hukum sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memilki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan.

B. Ciri-ciri Profesi
  • Mempunyai Body of Knowledge.
  • Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi.
  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi.
  • Memiliki perhimpunan atau organisasi profesi.
  • Pemberlakuan kode etik keperawatan.
  • Otonomi.
  • Motivasi bersifat altruistik.
C. Konsep Profesi
  • Keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional kepada klien yang dibeikan secara manusiawi.
  • Komprehensif biologi, psikologi, sosial, spiritual, dan kultural.
  • Diberikan secara berkesinambungan sejak klien membutuhkan pelayanan sampai mampu melakukan aktifitas secara produktif.
  • Keperawatan profesional hanya dapat dilakukan oleh tenaga keperawatan profesional yang telah memiliki izin dan kewenangan.
  • Keperawatan profesional adalah tindakan mandiri perawat.
  • Dilakukan secara kolaboratif dengan pasien, tenaga kesehatan lain sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.
  • Dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan.
  • Keperawatan profesional dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan, memcagah penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan.
D. Karakteristik Profesi
  • Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan.
  • Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat.
  • Pendidikan yang memenuhi standart dan diselanggarakan di Perguruan Tinggi atau Universitas.
  • Pengendalian terhadap standart praktik.
  • Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan.
  • Karir seumur hidup.
  • Fungsi mandiri.

Perkembangan Keperawatan Sebagai Profesi
Perkembangan keperawatan sebagai profesi dapat dilihat dari sejarahnya. Dimana sejarah perkembangannya dapat dilihat dalam dua pandangan, yaitu sejarah perkembangan keperawatan di dunia dan sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia.

A. Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia
Perkembangan keperawatan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia. Perkembangan keperawatan diawali pada :
1. Zaman Purbakala (Primitive Culture)
Sejak zaman manusia itu diciptakan pada dasarnya manusia telah memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu. Naluri yang sederhana adalah memlihara kesehatan dalam hal ini adalah menyusui anaknya sehingga harapan pada awal perkembangan keperawatan, perawat harus memiliki jiwa keibuan (Mother Instic).
Kemudian bergeser pada zaman purba, pada zaman ini paham animisme berkembang dimana manusia mempercayai bahwa yang sakit dapat disebabkan karena kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan jiwa yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan kesehatan atau kesejahteraan. Saat itu peran sebagai ibu yang merawat keluarga yang sakit dengan memberikan perawatan fisik serta mengobati yang sakit untuk menghilangkan pengaruh roh jahat.
Setelah itu muncul kepercayaan mengenai dewa-dewa dimana pada saat itu percaya bahwa penyakit disebabkan karena kemarahan dewa, untuk menghilangkan penyakit itu pasien harus memberikan sesajian di kuil-kuil yang telah didirikan. Setelah itu keperawatan terus berbenah diri dimulai dari ibu-ibu janda yang membantu para pendeta merawat orang sakit. Dan mulai dari inilah rumah-rumah perawat dibangun untuk menumpang para perawat.
2. Zaman Keagamaan
Pekembangan keperawatan ini mulai berkembang kearah spiritual diamana seseorang yang sakit diakibatkan oleh adanya dosa atau kutukan Tuhan. Pusat pengobatan adalah rumah-rumah ibadah, sehingga para pemimpin agama disebut tabib yang mengobatu orang sakit.
3. Zaman Masehi
Keperawatan dimilai pada masa perkembangan Nasrani, pada masa itu banyak membentuk Diakones, yaitu suatu organisasi wanita yang mengunjungi orang sakit, sedangkan laki-laki diberikan tugas untuk mengubur orang yang meninggal, sehingga pada saat itu berdirilah sebuah rumah sakit di Roma, seperti Monastic Hospital. Rumah sakit pada saat itu berfungsi sebagai perawatan orang sakit, cacat, dan miskin, serta yatim piatu.
Pada saat itu pula di daratan Asia khusunya Timur Tengah, perkembangan keperwatan mulai maju seiring berkembangnya Agama Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhmmad SAW.
Keberhasilan Nabi untuk menyebarkan Islam membawa dampak positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti ilmu pasti, kimia, kesehatan, dan obat-obatan. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, makanan, dan diri sendiri.
4. Zaman Permulaan Abad 21
Perkembangan keperawatan pada masa ini tidak lagi kearah keagamaan melainkan tergantung pada kekuasaan karena pada saat itu terjadi perang dunia. Rumah ibadah yang dulunya berfungsi perawatan orang sakit sudah tidak beefungsi lagi.
5. Zaman Sebelum Perang Dunia II
Pada masa ini berkembang prinsip rasa cinta sesama manusia, dimana sesama manusia saling membantu. Florence Nightingale menyadari pentingnya suatu sekolah untuk mendidik para perawat. Florence menganggap bahwa keperawatan perlu disiapkan untuk mendidik para perawat. Usaha Florence adalah menetapkan struktur dasar di pendidikan perawat diantaranya membangun sekolah perawat, menetapkan tujuan pendidikan perawat serta menetapkan pengetahuan yang harus dimilki oleh calon perawat. Florence mendirikan sekolah perawat dengan nama Nightingale Nurshing School.
6. Masa Selama Perang Dunia II
Selama masa ini timbul tekanan penegtahuan dalam penerapan teknologi akibat penderitaan yang panjang sehingga perlu meningkatkan diri dalam tindakan perawat mengingat penyakit dan korban perang yang beragam.
7. Masa Pasca Perang Dunia II
Perkembangan perawat pada masa itu diawali pada kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, pertambahan penduduk yang relatif tinggi yang menimbulkan masalah baru dalam pelayanan kesehatan, perumbuhan ekonomi yang mempengaruhi tingkah laku individu, adanya perkembangan ilmu penegetahuan dan teknologi kedokteran dengan diawali adanya penemuan obat-obatan dan cara-cara untuk memberikan penyembuhan pada pasien, upaya-upaya dalam tindakan pelayanan kesehatan. Pada masa itu perkembangan perawat dimulai adanya sifat pekerjaan yang semula bersifat individu bergeser kearah pekerjaan yang bersifat tim. Pada tahun 1948 perawat diakui sebagai profesi sehingga pada saat itu pula terjadi perhatian dalam pemebrian penghargaan pada perawat atas tanggung jawabnya dalam tugas.
8. Periode Tahun 1950
Pada saat itu perawat sudah mulai menunjukkan perkembangan khusunya penataan pada sistem pendidikan, penerapan proses keperawatan dimulai dengan pengkajian, diagnosis, keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
B. Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia
Sejarah perkembangan keperwatan di Indonesia dibagi menjadi dua masa :
1. Masa Sebelum Kemerdekaan
Pada masa ini Indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perawat yang berasal dari Indonesia disebut Verfleger dengan dibantu oleh Zieken Opaser sebagai penjaga orang sakit. Pada masa penjajahan Belanda tugas utama perawat hanya merawat staf dan tentara Belanda. Kemudian pada masa penjajahan Inggris yaitu Raffles, mereka memperhatikan kesehatan rakyat dengan moto kesehatan adalah milik manusia dan pada saat itu pula telah diadakan berbagai usaha dalam memelihara kesehatan, diantaranya usaha pengadaaan pencacaran secara umum, membenahi cara perawatan pasien, dan memperhatikan kesehatan para tawanan.
Beberapa rumah sakit dibangun khususnya di Jakarta yaitu pada tahun 1819, didirikan Salemba dan sekarang bernama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
2. Masa Sesudah Kemerdekaan
Pada masa ini telah banyak didirikan rumah sakit dan balai pengobatan dan dalam rangka pemenuhan kebutuhan kesehatan, maka didirikanlah sekolah perawat. Pada tahun 1962 telah dibuka pendidikan keperawatan setara pendidikan diploma. Pada tahun 1985 untuk pertama kalinya dibuka pendidikan keperawatan setingkat dengan sarjana.

Pertumbuhan dan Profesionalisme Keperawatan
Profesi keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sedemikian pesat. Perkembangan ini memberikan dampak berupa perubahan status keperawatan dari vokasional menjadi profesional, perawat semula menjalani proses teknik prosedur dari dokter berubah menjadi tenaga kesehatan yang bekerja berdasarkan disiplin keilmuan khusus dengan ruang lingkup praktik yang jelas. Perubahan ini tidak semata-mata diterima masyarakat. Bahkan profesi kesehatan lainpun masih belum mau disejajarkan oleh profesi perawat. Fenomena ini harusnya menumbuhkan sikap-sikap optimis pada diri perawat yang diikuti dengan pembuktian ekstensi profesi keperawatan.


Peran dan Fungsi Perawat
A. Pengertian Peran
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.

B. Macam-Macam Perawat Beserta Contohnya
Ø Care giver, sebagai pemberi asuhan keperawatan.
Contoh : Perawat memberikan pelayanan kebutuhan kepada klien.
Ø Clien advokad, sebagai pembela untuk melindungi klien.
Contoh : Perawat mengingitkan pengunjung, jika sudah melewati batas jam besuk yang ditentukan.
Ø Conselor, sebagai pemberi bimbingan atau konseling klien.
Contoh : Memeberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada klien atau keluarga klien.
Ø Educator, sebagai pendidik klien.
Contoh : Kita sebagi perawat memberikan pengetahuan kepada masyarakat, misalnya melalui seminar penyuluhan.
Ø Collabolator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk bekerja sama dengan kesehatan yang lain.
Contoh : Kita sebagai perawat juga bekerja sama dengan tim medis lain (dokter, apoteker, analis kesehatan, dll).
Ø Coordinator, sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien.
Contoh : Ketika kondisi klien semakin parah, kita sebagai perawat langsung mengoordinasi ke dokter tentang tindakan yang akan dilakukan.
Ø Change agent, sebagai pembaru yang selalu dituntut untuk mengadakan perubahan-perubahan.
Contoh : Seorang perawat yang ditugaskan di desa terpencil yang masih menggunakan konsep melahirkan menggunakan jasa dukun beranak. Disana kita sebagai pearawat yang telah mengetahui dan memahami ilmu melahirkan yang sudah menggunakan jasa medis, kita harus memberi pengetahuan dan sedikit demi sedikit merubah kebiasaan itu.
Ø Consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien.
Contoh : Ada sepasang suami-istri yang datang ke RS untuk konsultan mengenai alat kontrasepsi. Kita sebagai perawat harus membantu mereka untuk memjelaskan atau memebrikan infomasi mengenai alat kontrasepsi yang aman. Disini kita hanya memberikan informasi saja, namun pengambilan keputusan tetap kepada klien.

C. Pengrtian Fungsi
Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan yang dapat berupa nilai ataupun sebuah hasil operasi.

D. Macam-Macam Fungsi Perawat
  • Fungsi Independen, merupakan fungsi mendiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksankan tugasnya dilakukan secara sendiri.
  • Fungsi Dependen, merupakan fungsi perawat dalam melaksankan kegiatnnya atas pesan atau instruksi dari perawat lain sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan.
  • Fungsi Interdependen, fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan diantara tim satu dengan tim yang lainnya.