Konsep Perubahan dalam Ilmu Keperawatan


A. Definisi Perubahan
Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis, artinya dapat menyusuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Perubahan dapat mencakup keseimbangan personal, sosial maupun organisasi untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan serta dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam mencapai tujuan tertentu.
Adapun pengertian lainnya berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang, berubah cara seseorang bertumbuh, berkembang dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau negative, terencana dan tidak terencana.
Menurut Tiggany dan lutjens (1998, hlm.3), “Perubahan itu sulit.Perubahan itu membantu.Perubahan itu menyakitkan.Perubahan itu membantu dan menyakitkan pada saat yang bersamaan perubahan tidak terelakan.Kita mengabaikan perubahan atas resiko kita sendiri”.
Proses berubah bersifat integral dengan banyak bidang keperawatan, seperti pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi kesehatan. Proses berubah ini melibatkan klien indivudu, keluarga, komunitas, organisasi, keperawatan sebagai prosfesi, dan seluruh sistem pemberian perawatan kesehatan.Perubahan dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi informasi baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan terhadap nilai dan keyakinan seseorang, cara berpikir, atau cara berhubungan.


B. Sifat-Sifat Perubahan
Menurut Lancaster tahun 1982, proses perubahan memiliki tiga sifat di antaranya:
  1. Perubahan bersifat berkembangSifat perubahan mengikuti dari proses perkembangan yang ada baik pada individu kelompok atau masyarakat secara umum. Proses perkembangan ini dimulai dari keadaan atau yang paling dasar menuju keadaan yang optimal atau matang sebagaimana dalam perkembangan manusia sebagai makhluk individu yang memiliki sifat fisik yang selalu berubah dalam tingkat perkembangannya.
  2. Perubahan bersifat spontan
    Sifat berubah ini dapat terjadi karena keadaan yang dapat memberikan respon tersendiri terhadap kejadian-kejadian yang bersifat alamiah yang diluar kehendak manusia, yang tidak dapat diramalkan atau diprediksi sehingga sulit untuk diantisipasi seperti perubahan keadaan alam, tanah longsor, banjir dan lain-lain. Semuanya akan menimbulkan terjadi perubahan baik dalam diri, kelompok masyarakat, bahkan pada sistem yang mengaturnya.
  3. Perubahan bersifat direncanakan
    Perubahan yang bersifat direncanakan ini dilakukan bagi individu, kelompok atau masyarakat yang ini mengadakan perubahan kearah yang lebih maju atau pun pada tingkat perkembangan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya, sebagaimana perubahan dalam sistem pendidikan keperawatan di Indonesia yang selalu mengadakan perubahan sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan sistem pelayanan kesehatan pada umumnya.

C. Teori-Teori dalam Perubahan
Beberapa teori berubah yang digunakan secara luas adalah teori dari Reddin, Lewin, Rogers, Havelock, dan Lippitt.
a) Teori Reddin
Reddin telah mengembangkan suatu model perubahan terencana yang dapat digunakan oleh perawat.Informasi maksimum penting untuk keberhasilan perubahan. Sedikitnya empat pengumuman harus dilakukan oleh manajen:
  1. Ada perubahan yang akan dilakukan.
  2. Apa keputusan yang dibuat dan mengapa keputusan itu dibuat.
  3. Bagaimana keputusan itu akan diimplementasikan
  4. Bagaimana kelanjutan implementasi itu
Reddin telah mengusulkan tujuh teknik untuk mencapai perubahan:
  1. Diagnosis
  2. Penetapan objektif bersama
  3. Penekan kelompok
  4. Informasi maksimal
  5. Diskusi tentang implementasi
  6. Penggunaan upacara dan ritual
  7. Interprestasi penolakan
Tiga teknik pertama dirancang untuk memberikan pada orang-orang yang akan terpengaruh dengan perubahan kesempatan utnuk mempengaruhi arah.

b) Teori Lewin
Satu dari teori berubah yang banyak digunakan adalah teori dari Kurt Lewin.
Teori Lewin mencakup tiga tahap:
  1. Tahap Unfreezing (pencarian).Pada tahap awal ini yang dapat dilakukan bagi seseorang yang mau mengadakan proses perubahan adalah harus memiliki motivasi yang kuat untuk berubah dari keadaan semula dengan merubah terhadap keseimbangan yang lain.
  2. Tahap moving (bergerak).
    Pada tahap ini sudah dimulai adanya suatu pergerakan kearah sesuatu yang baru atau perkembangan terbaru. Proses perubahan tahap ini dapat terjadi apabila seseorang telah memilki informasi yang cukup serta sikap dan kemampuan untuk berubah, juga memiliki kemampuan dalam memahami masalah serta mengetahui langkah-langkah dalam menyesuaikan masalah.
  3. Tahap Refreezing (pembekuan).
    Tahap ini merupakan tahap pembekuan dimana seseorang yang mengadakan perubahan telah mencapai tingkat atau tahapan yang baru dengan keseimbangan yang baru.
c) Teori Rogers

  1. keuntungan yang berhubungan yaitu menjadi lebih baik dari metode yang ada
  2. Perubahan harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada Kompleksitas. Ide-ide yang lebih kompleks bertahan meskipun ide yang lebih sederhana dapat diimplementasikan Teori Rogers tergantung pada lima faktor untuk mencapai keberhasilan. Faktor-faktor ini termasuk:
  3. Perubahan harus mempunyai dengan lebih mudah
  4. Dapat dibagi. Perubahan dapat dilakukan dalam skala kecil
  5. Dapat dikomunikasikan. Semakin mudah perubahan itu digambarkan, semakin mungkin perubahan tersebut disebarkan
d) Teori Havelock
Teori havelock merupakan modifikasi lain dari teori Lewin, yang diperluas menjadi enam elemen. Tiga elemen pertama mengacu pada unfreezing.Dua yang berikutnya pada bergerak, dan yang keenam pada refreezing. Fase-fase Havelock adalah sebagi berikut:
  1. Membangun suatu hubungan
  2. Mediagnosis masalah
  3. Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan
  4. Menjalan keluar
  5. Meningkat penerimaan
  6. Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri
Teori Havelock
menekankan perncanaan sebagai tahap dimana timbul perubahan yang bermakna dengan menerapkan teori Havelock untuk merencanakan perubahan yang berdasakan unit membutuhkan kolaborasi antara agen berubah dan system klien.

e) Teori Lippitt
Lippitt menambahkan fase ketujuh pada teori milik Lewin. Ketujuh fase dan teorinya tentang proses berubah adalah sebagai berikut:
    1. Fase 1: Mediagnosisi masalah. Selama fase ini perawat pendidik sebagi agen berubah melihat pada semua percabangan yang mungkin dan akan terpengaruh.
    2. Fase 2: Mengkaji motivasi dan kemampuan untuk berubah. Jalan keluar yang mungkin ditentukan dan pro dan kontra dari tiap jalan keluar diperkirakan terlebih dahulu.
    3. Fase 3: Mengakaji motivasi dan sumber-sumber agen berubah. Agen berubah dapat bersifat eksternal atau internal terhadap organisasi atau divisi.
    4. Fase 4 : Menyeleksi objektif akhir perubahan progresif. Proses berubah didefinisikan, suatu rencana yang detil dibuat, kerangka waktu dan batas waktu terakhir ditentukan , dan tanggung jawab ditugaskan. Perubahan diimplementasikan untuk suatu masa percobaan dan dievalusai
    5. Fase 5: Memilih peran yang sesuai untuk agen berubah. Agen berubah akan menajdi aktif dalam proses berubah, terutama dalam menangani personal dan memfasilitasi perubahan konflik dan konfrontasi akan ditangani oleh agen berubah.
    6. Fase 6: Mempertahankan perubahan. Selama tahap ini penekanan adalah pada komunikasi, dengan umpan balik pada kemajuan.Perubahan diperluas bersamawaktu.Suatu perubahan besar mungkin membuktikan suatu struktur kekuatan baru.
    7. Fase 7: Mengakhiri hubungan saling membantu.Agen berubah mengundurkan diri pada tanggal tertentu setelah menyusun suatu prosedur atau kebijakan tertulis untuk melangsungkan perubahan.Agen berubah tetap tersedia untuk nesehat dan memberikan penguatan.
f) Model Spradley
Spradley telah menyusun suatu model delapan langkah yang didasarkan pada teori Lewin.Ia memperlihatkan bahwa perubahan rencana harus secara konstan dipantau untuk mengembangkan suatu hubungan yang bermanfaat antara agen berubah dan system berubah. Berikut adalah delapan langkah dasar dari model Spradley:
  1. Mengenali gejala. Ada bukti bahwa sesuat perlu diubah.
  2. Mendiagnosis mesalah. Mengumpulkan dan menganalisis data untuk mendiskusikan penyebab. Konsultasi dengan staf. Membaca materi yang sesuai.
  3. Menganalisa altenatif jalan keluar. Curah pendapat mengkaji rseiko dan keuntungan. Menyusun waktu, merencanakan sumber-sumber , dan mencari hambatan.
  4. Memilih perubahan. Memilih pilihan yang paling mungkin berhasil sesuai kemampuann. Mengidentifkasi kekuatan pandangan pendorong dan penghambat, menggunakan tantangan yang termasuk asimilasi dari hambatan tersebut.
  5. Merencanakan perubahan. Hal ini termasuk tujuan yang spesifik dan dapat diukur, tindakan, kerangkan waktu, sumber-sumber, anggaran metode evaluasi seperti Program Evaluation Review Technique (Teknik Review Evaluasi), dan rencana untuk pengelolaan penolakan dan stabilisasi.
  6. Mengimplementasikan perubahan. Rencanakanstrategi, menyiapkan, melibatkan , melatih, membatu, dan medukung orang yang terlibat.
  7. Mengevaluasi perubahan. Mengalisis pencapaian dari tujuan .
  8. Menstabilkan perubahan. Refreeze: pantau sampai stabil

D. Tipe-Tipe Perubahan
menurut bennis tahun 1995, perubahan itu sendiri memilki tujuh tipe diantaranya :
a) Tipe indoktrinasi
suatu peubahan yang dilakukan oleh sekelompok atau masyarakat yang menginginkan pencapaiaan tujuan yang diharapkan dengan cara memberi doktrim atau menggunakan kekuatan sepihak untuk dapat berubah.
b) Tipe paksaan atau kekerasan
merupakan tipe perubahan dengan melakukan pemaksaan atau kekerasan pada anggota atau seseorang dengan harapan tujuan yang dicapai dapat terlaksana.
c) Tipe teknokratik
merupakan tipe perubahan dengan melibatkan kekuatan lain dalam mencapai tujuan yang diharapkan terdapat satu pihak merumuskan tujuan dan pihak lain untuk membantu mencapai tujuannya.
d) Tipe interaksional
merupakan perubahan dengan menggunakan kekuatan kelompok yang saling berinteraksi satu dengan yang lain dalm mencapai tujuan yang diharapkan dari perubahan.
e) Tipe sosialisasi
merupakan suatu perubahan dalam mencapai tujuan dengan menggunakan kerja sama dengan kelompok lain tetapi masih menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.
f) Tipe emultif
merupakan suatu perubahan dengan menggunakan kekuataan unilateral dengan tidak merrumuskan tujuan terlebih dahulu secara sungguh sungguh, perubahan ini dapat dilakukan pada sistem diorganisasi yang bawahannya berusaha menyamai pimpinan atau atasannya.
g) Tipe alamiah
merupakan perubahan yang terjadi akibat sesuatu yang tidak disengaja tetapi dalam merumuskan dilakukan secara tidak sungguh, seperti kecelakaan, maka seseorang ingin mengadakan perubahan untuk lebih berhati-hati dalam berkendaraan dan lain sebagainya.

E. Jenis - Jenis Perubahan.
1. Perubahan ditinjau dari sifatnya
a. Perubahan spontan
1) Sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol.
2) Perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya.
b. Perubahan pada perkembangan
1) perkembangan atau kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok dan organisasi dalam pertumbuhan perkembangan.
c. Perubahan yang direncanakan
1) Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencampai tingkat yang lebih baik.
2. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan
a. Perubahan partisipatif
1) Melalui penyediaan informasi yang cukup
2) Adanya sikap positif terhadap inovasi
3) timbulnya komitmen
b. Perubahan paksaan (coerced change)
1) Melalui perubahan total dari organisasi
2) memerlukan kekuatan personal (personal power)
3. Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan
a. Perubahan berencana
1) Menyesuaikan kegiatan dengan tujuan dengan titik mula yang jelas dan persiapkan sesuai dengan tujuan yang akan tercapai
2) Perubahan acak atau kacau
a) Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan
b) tidak ada usaha mempersiapkan kegiatan sesuai dengan tujuan


F. Proses Terjadinya Perubahan Serta Motivasi dalam Perubahan.
Dalam proses perubahan akan terjadi siklus. Siklus dalam sistim perubahan tersebut itulah yang dinamakan sebuah proses yang akan menghasilkan sesuatu dan berdampak pada sesuatu. Dalam proses perubahan terdapat komponen yang satu dengan yang lain dapat mempengaruhi seperti perubahan perilaku sosial, perubahan struktural dan institusional dan perubahan teknologi.
Pada dasarnya setiap manusia mengalami proses perubahan dan memiliki sifat berubah, mengingat berubah merupakan salah satu bagian dari kebutuhan manusia. Perubahan timbul karena adanya suatu motivasi yang ada dalam diri manusia. Motivasi itu timbul karena tuntutan kebutuhan dasar manusia sedangkan kebutuhan dasar manusia yang dimaksud antara lain:
a) Kebutuhan fisiologis
b) Kebutuhan keamanan
c) Kebutuhan sosial
d) Kebutuhan penghargaan dan dihargai
e) Kebutuhan aktualisasi diri
f) Kebutuhan interpersonal

G. Model dalam Proses Perubahan.
Dalam proses kita mengenal beberapa model diantaranya model penelitian pengembangan, model interaksi sosial, dan model penyelesaian masalah. Ketiga model tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam mengenal perubahan.
a) Research and development model.
Model perubahan ini didasarkan atas penelitian dan perencanan dalam pengembangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam menggunakan model ini dapat dilakukkan dengan cara melakukan identifkasi atas perubahan yang akan dilakukan, menjabarkan atau mengembangkan komponen yang akan dilakukan dalam perubahan, menyiapkan perubahan dan melakukan desiminasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang akan dilakukan dalam perubahan.
b) Perubahan Interaction Model (model interaksi sosial)
Model ini menggunakan langkah sebagaiman dalam teori perubahan Roger diantaranya, menyadari akan perubahan, adanya minat dalam perubahan, melakukan uji coba sesuatu hal yang akan dilakukan perubahan serta menerima dalam perubahan.
c) Problem Solving Model (Model penyelesaian masalah)
Model ini menekan pada penyelesaian dengan menggunakan langkah mengidentifkasi kebutuhan yang menjadi masalah, mendiagnosis masalah, menemukan cara penyelesaisan masalah yang akan digunakan, melakukan uji coba dan melakukan evaluasi dari hasil uji coba untuk digunakan dalam perubahan.

H. Alasan, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan
1. Alasan perubahan
a. Perubahan ditujukan untuk menyelesaikan masalah
b. Perubahan dituju untuk membuat prosedur kerja lebih efisien
c. Perubahan ditujukan untuk mengurangi pekerjaan yang tidak penting.
2. Faktor pendorong perubahan
1) Kebutuhan dasar manusia
2) Kebutuhan dasar interpersonal
a. Kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama
b. Kebutuhan untuk mengendalikan
c. Kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan & perasaan emosional
3. Factor penghambat perubahan.
Perubahan tidak selalu mudah untuk dilaksanakan akan tetapi banyak hambatan yang diterimanya baik hambatan dari luar maupun dari dalam diantara hal yang menjadi dalam perubahan adalah sebagai berikut
a) Ancaman kepentingan pribadi
b) Persepsi yang akurat
c) Reaksi psikologis
d) Toleransi terhadap perubahan rendah
e) Kebiasaan
f) Ketergantugan
g) Perasaan tidak aman
h) Norma

I. Tahap-Tahap Perubahan
1. Teori Roger (1962)
a) Awareness (kesadaran)
b) Interest (tertarik/keinginan)
c) Evaluasi
d) Trial (mencoba)
e) Aceptance (penerimaan)
2. Teori Lippits (1973)
a) Menentukan masalah
b) Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan
c) Mengkaji motivasi change agent dan sarana yang tersedia
d) Menetapkan tujuan perubahan
e) Menetapkan peran yang sesuai dilaksanakan oleh change agen
f) Mempertahankan perubahan yang telah dimulai
g) Mengakhiri bantuan
3. Teori Lewin
a) Tahap Unfreezing (pencarian).
b) Tahap moving (bergerak).
c) Tahap Refreezing (pembekuan).

J. Startegi dalam Perubahan
Perubahan dalam organisasi dalam 3 tingkatan yang berbeda, yaitu: individu yang bekerja di organisasi tersebut; perubahan struktur dan system; dan perubahan hubungan interpersonal. Strategi membuat perubahan dapat dikelompokkan menjadi 4 hal yakni:
a) Memiliki visi yang jelas
b) Menciptakan budaya organisasi tentang nilai-nilai moral dan percaya kepada orang lain
c) System komunikasi yang jelas, singkat, dan sesering mungkin, dan
d) Keterlibatan orang yang tepat.
K. Kunci Sukses Strategi Untuk Terjadinya Perubahan yang Baik
Keberhasilan perubahan tergantungdari strategi yang diterapkan oleh agen pembaharu. Hal yang paling penting adalah harus” Mulai”;
a) Mulai diri sendiri
Perubahan dan pembenahan pada diri sendiri, baik sebagai individu maupu sebagai profesi merupakan titik sentral yang harus dimulai. Sebagai anggota profesi, perawat tidak akan pernah berubah atau bertambah baik dalam mencapai suatu tujuan profesionalisme jika perawat belum memulai pada dirinya sendiri. Selalu mengintropeksi dan mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan yang akan sangat membantu terlaksananya pengelolaan keperawatan masa depan.
b) Mulai dari hal-hal yang kecil
Perubahan yang besar untuk mencapai profesionalisme manager keperawatan Indonesia tidak akan pernah berhasil, jika tidak dimulai dari hal-hal yang kecil. Hal-hal kecil yang harus dijaga yang ditanamkan perawat Indonesia adalah menjaga citra keperawatan yang sudah mulai membaik dihati masyarakat dengan tidak merusaknya sendiri.
c) Mulai sekarang, jangan menunggu-nunggu
Sebagaimana yang disampaikan oleh Nursalam (2000) lebih sedikit dari pada tidak sama sekali, lebih baik sekarang dari pada harus terus menunggu. Manfaatkan kesempatan yang ada merupakan konsep manejemen keperawatan saat ini dan masa yang akan datang. Kesempatan tidak akan datang dua kali dengan tawaran yang sama.

L. Change Agent
Dalam perkembangan karier profesional, setiap individu akan terpanggil untuk menjadi agen pembaharu.Menjadi agen pembaharu akan menjadikan hal yang sangat menarik dan menyenangkan sebagai bagian dari peran profesional. Keadaan tersebut akan terjadi, jika anda merespon setiap suatu perubahan disekeliling anda (Vestal, 1999).
  1. Pertama yang harus dilakukan adalah mengontrol perilaku anda cara bagaimana anda mengelola perubahan. Anda dapat memilih sebagai pioner, penjelajah dan seorang yang berfikiran positif serta pelaku dengan motivasi yang tinggi. Anda dapat memulai dengan mengurangi/menghilangkan hambatan – hambatan dan memulai setahap demi setahap. Kali ini tidak berat untuk melihat perawat dapat mengontrol perilaku tersebut, sehingga perawat akan menjadi pemimpin yang baik pada masa depan.
  2. Untuk menjadi seorang agen pembaharu yang efektif, anda perlu menjadi bagian dari perubahan. Tidak menjadi orang yang resisten terhadap perubahan, berpartisipasi aktif dalam perubahan yang sedang berlangsung akan menjadikan peran anda menjadi lebih bermakna dikemudian hari.
  3. Menseleksi setiap suatu fenomena dan memilih hal – hal yang akan dirubah. Perubahan bukan hanya hal – hal yang mudah, tetapi hal – hal yang membutuhkan suatu tantangan. Sebagaimana orang bijak mengatakan “siapa saja bisa berhasil menyebrangi di laut yang tenang, tetapi keberhasilan menyebrangi ombak akan mendapatkan penghargaan yang sesungguhnya”.
  4. Hadapilah setiap perubahan dengan senang dan penuh humor. Yakinkan bahwa perubahan adalah hal yang sulit, dan menjadi agen pembaharu akan lebih sulit. Jika anda mengalami stres karena terlalu serius dalam perubahan tersebut, maka anda akan mengalami gangguan kesehatan.
  5. Selalu berpikiran ke depan daripada hanya merenungi hal – hal yang sudah terjadi pada masa lalu (fix the past). Berpikirlah suatu cara terbaru dan kesempatan untuk terlaksananya suatu perubahan. Belajarlah dari kesalahan, dan brpikir terus ke depan akan menjadikan anda seorang agen pembaharu yang sukses. Hal yang harus disadari bahwa apa yang akan anda lakukan sekarang belum tentu dapat bermanfaat untuk masa depan. Oleh karena itu kesuksesan dalam perubahan harus disertai langkah – langkah antisipatif untuk kesuksesan institusi di masa depan.

M. Perubahan dalam Keperawatan
Dalam perkembangannya keperawatan juga mengalami proses perubahan seiring dengan kemajuan dan teknologi. Alasan terjadinya perubahan dalam keperawatan antara lain:
a) Keperawatan sebagai suatu profesi yang diakui oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan tentu akan dituntut untuk selalu berubah kearah kemandirian dalam profesi keperawatan, sehingga sebagai profesi akan mengalami perubahan kearah professional dengan menunjukkan agar profesi keperawatan diakui oleh profesi bidang kesehatan yang sejajar dalam pelayanan kesehatan.
b) Keperawatan sebagai bentuk pelayanan asuhan keperawatan professional yang diberikan kepada masyarakat akan terus memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengadakan perubahan dalam penerapan model asuhan keperawatan yang tepat, sesuai dengan lingkup praktek keperawata.
c) Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan harus selalu berubah dan berkembang sejalan dengan tuntutan zaman dan perubahan teknologi, karena itu dituntut selalu mengadakan perubahan melalui penelitian keperawatan, sehingga ilmu keperawatan diakui secara bersama oleh disiplin ilmu lain yang memilki landasan yang kokoh dalam keilmuan.
d) Keperawatan sebagai komunitas masyarakat ilmiah harus selalu menunjukkan jiwa profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya dan selalu mengadakan perubahan sehingga citra sebagai profesi tetap bertahan dan berkembang.

Daftar Pustaka
Nois M, Nursalam. 2007. Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Professional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Blais, Kathleen koening. Janice S, Hayes. Barbara Kozier. Glenora Erbi. 2002. Praktik Keperawatan Profesional Konsep dan Perspektif. Jakarta: EGC.
Kuntoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.