Norma Etika dan Konsep dasar Keperawatan



Pengertian Norma
Dari segi bahasa Norma berasal dari bahasa inggris yakni norm. Dalam kamus oxford norm berarti usual or expected way of behaving yaitu norma umum yang berisi bagaimana cara berprilaku.
Norma adalah patokan prilaku dalam satu kelompok tertentu, norma memungkinkan sesorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, norma juga merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak prilaku seseorang.
Norma juga merupakan sesuatu yang mengikat dalam sebuah kelompok masyarakat,. Norma pada dasarnya adalah bagian dari kebudayaan, karena awal dari sebuah budaya itu sendiri adalah intraksi antara manusia pada kelompok tertentu yang nantinya akan menghasilkan sesuatu yang disebut norma. budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang  dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Adapula yang mengartikan norma sebagai nilai karena norma merupakan konkretasi dari nilai. Norma adalah perwujudan dari nilai karena setiap norma pasti terkandung nilai di dalamnya, nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma.
Jika kita berbicara norma, norma di bagi menjadi dua yaitu: norma yang datang dari Tuhan dan norma yang dibuat oleh manusia. Norma yang pertama di sebut norma agama sedang yang kedua di sebut norma sosial, meskipun pada dasarnya keduanya dalam orientasi yang sama, yakni mengatur kehidupan manusia agar menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.
 
Macam-Macam Norma 
1. Norma Agama 
adalah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.
Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.
Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
  1. Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan.
  2. Beramal saleh dan berbuat kebajikan.
  3. Mencegah, melarang, dan tidak melakukan perbuatan maksiat, keji, dan mungkar.
Norma agama yang berasal dari tuhan ini bertujuan untuk menyempurnakan keadaan manusia agar menjadi baik,dan tidak menyukai adanya kejahatan-kejahatan yang terjadi.norma ini tidak di tujukan kepada sikap lahir,tetapi pada sikap batin manusia yang di harapkan batin tersebut sesuai dengan norma agama yang ia yakini sebagai sebuah kepercayaan. Norma agama ini hanya memberikan kewajiban kepada manusia tanpa memberi hak kepada mereka,mereka harus menta’ati dan melaksanakan norma agama tersebut.
Pelanggar norma agama mendapatkan sanksi secara tidak langsung, artinya pelanggarnya baru akan menerima sanksinya nanti diakhirat berupa siksaan di neraka. Norma agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya (Rasul/Nabi) yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran
2. Norma moral/kesusilaan
yaitu peraturan atau kaidah hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.
Norma kesusilaan  yang juga disebut dengan norma moral adalah norma yang biasa terdapat dalam masyarakat dan dianggap sebagai peraturan maupun dijadikan suatu pedoman dalam bertingkah laku (berbudi pekerti / berakhlak).
Pada umumnya pelanggaran dalam norma kesusilaan adalah adanya perasaan menyesal, tekanan batin dan perasaan malu. Adapun tujuan dari norma kesusilaan adalah hampir sama dengan norma agama, yakni membentuk karakter manusia menjadi lebih baik.
Contoh norma kesusilaan adalah seorang anak yang biasa mencium tangan terhadap orang tua atau gurunya ketika bersalaman sebagai tanda hormat.
Oleh sebab itu, setelah kita mengetahui dari peran penting norma kesusilaan ini sebaiknya kita hindari hal-hal yang dapat melanggar norma kesusilaan / norma moral ini supaya kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
3. Norma kesopanan 
adalah aturan yang didasarkan pada aturan tingkah laku yang biasanya berlaku dalam masyarakat.
Norma ini jika dilanggar akan dikenai sanksi berupa teguran hingga cemoohan dari masyarakat. Namun, jika kesopanan dalam bertingkah laku dalam masyarakat dijaga dengan baik, maka biasanya mereka akan lebih dihormati dan dihargai oleh masyarakat tersebut.
Adapun tujuan daripada norma kesopanan ini adalah untuk menciptakan keharmonisan dalam pergaulan yang lebih santun ketika berada di tengah-tengah masyarakat.
Contoh-contoh norma kesopanan adalah sebagai berikut:
  • Tidak duduk diatas meja
  • Berbicara yang santun terhadap mereka yang lebih tua
  • Mendengarkan dengan seksama ketika dinasihati oleh orang tua, guru maupun siapa saja yang memberikan nasehat.
  • Mengucapkan permisi atau membungkukkan badan jika melewati orang-orang yang lebih tua
  • Tidak menyela pembicaraan orang lain
  • Tidak meludah di depan orang lain
4. Norma hukum 
 yaitu peraturan atau kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat atau memaksa
Norma hukum biasanya berasal dari undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan bagi mereka yang melanggarnya biasanya mendapatkan sanksi berupa teguran, denda hingga penjara.
Adapun tujuan dari norma hukum ini adalah untuk menciptakan suatu suasana yang tertib, aman dan tentram dalam bermasyarakat dan bernegara.
Contoh mematuhi norma hukum diantaranya adalah:
  • Mematuhi aturan yang berlaku ketika dijalan raya misalnya saja berhenti ketika lampu rambu-rambu lalu lintas sedang berwarna merah, pejalan kaki yang menyebrang pada tempatnya (tempat penyebrangan yang biasa disebut dengan zebra cross).
  • Seorang siswa harus mematuhi tata tertib dalam sekolah, misalnya saja tidak hadir terlambat untuk sekolah, mengenakan seragam sekolah sesuai dengan yang telah ditentukan sekolahan.
Manfaat Norma
Sebuah norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, yaitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari. Sebuah norma bisa bersifat objektif dan bisa pula bersifat subjektif. BIla norma objektif adalah norma yang dapat diterapkan secara langsung apa adanya, maka norma subjektif adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat memberikan ukuran

Pengertian Etika Keperawatan 
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno “ ethos” dalam bentuk tunggal mempunyai arti antara lain tempat tinggal yang biasa;padang rumput;kebasaan;adat;akhlak;watak.Dalam benuk jamak (ta etha) artinya adat kabiasaan.Dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbenuknya istilah “etika” yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 SM) .Dalam kamus umum bahasa indonesia (poerwadarminta,1953) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas asas akhlak(moral )
Etik adalah norma-norma yang menentukan baik-buruknya tingkah laku manusia, baik secara sendirian maupun bersama-sama dan mengatur hidup ke arah tujuannya ( Pastur scalia, 1971 )
Perawat adalah yang sifat pekerjaannya selalu dalam situasi yang menyangkut hubungan antar manusia,terjadi proses interaksi serta saling mempengaruhi dan dapat memberikan dampak terhadap tiap individu yang bersangkutan.
Keperawatan sebagai suatu pelayan professional bertujuan untuk tercapainya kesejateraan manusia.sebagai suatu profesi,perawat mempunyai kontak sosial dengan masyarakat.ini berarti masyarakat memberi kepercayaan bagi perawat untuk terus menerus memelihara dan menigkatkan mutu pelanyanan yang diberikan. Untuk menjamin kepercayaan ini, pelayanan keperawatan harus dilandasi ilmu pengetahuan, metologi dan dilandasi pula dengan etika profesi.
Etik keperawatan adalah norma-norma yang di anut oleh perawat dalam bertingkah laku dengan pasien, keluarga, kolega, atau tenaga kesehatan lainnya di suatu pelayanan keperawatan yang bersifat professional. Prilaku etik akan dibentuk oleh nilai-nilai dari pasien, perawat dan interaksi sosial
Kode etik perawat adalah suatu tatanan tentang prinsip-prinsip imum yang telah diterima oleh suatu profesi. Kode etik keperawatan merupakan suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntutan bagi anggotanya dalam melaksanakan praktek keperawatan, baik yang berhubungan dengan pasien, keluarga masyarakat, teman sejawat, diri sendiri dan tim kesehatan lain,

Kegunaan Etika Keperawatan
1.memberikan dasar dalam mengatur hubungaan antara perawat, pasien, tenaga kesehatan lain , masyarakat, dan profesi keperawatan.
2.memberikan dasar dalam menilai tindakan keperawatan
3.membantu masyarakat untuk mengetahui pedoman dalam melaksanakan praktik.
4. Menjadi dasar dalam membuat kurikulum pendidikan keperawatan ( Kozier & Erb, 1989 )

Pengertian Profesi Keperawatan
Ilmu keperawatan merupakan ilmu yang mempelajari segala hal mengenai cara merawat pasien yang mengalami gangguan kesehatan, seseorang yang membutuhkan suatu terapi penyembuhan secara fisik dan mental ,juga seseorang yang masih sehat tetapi membutuhkan suatu konsultasi.
Florence Nightingale (1895), keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak.
Calilista Roy (1976), keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.
Pada lokakarya nasional tahun 1983, disepakati pengertian keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
kesimpulannya bahwa keperawatan merupakan upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional, holistic berdasarkan ilmu dan kiat, standar pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau melalui upaya kolaborasi.
Profesi keperawatan sendiri lebih mengacu pada individu yang menekuni karir di bidang tenaga kesehatan sebagai seorang perawat.
Perawat menurut UU RI no. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan.
Menurut Virginia  adalah membantu seseorang Sakit atau sehat. yang akan mereka kerjakan tanpa bantuan, seandainya dia memiliki kekuatan, kehendak atau pengetahuan. Dan melakukan hal ini dengan suatu cara untuk membantunya meraih kemandirian secepat mungkin.

Tujuan Etika Profesi Keperawatan
Secara umum tujuan etik profesi keperawatan adalah menciptakan dan mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat, dan kepercayan diantara sesama perawat, dan kepercayaan masyarakat kepada profesi masyarakat.
Etika profesi keperawatan merupakan alat untuk mengukur perilaku moral dalam keperawatan. Dalam penyusunan alat ukur ini, keputusan diambil berdasarkan kode etik sebagai setandar yang mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat. .
Sesuai dengan tujuan di atas, perawat ditantang untuk mengembangkan etika profesi secara terus menerus agar dapat menampung keinginan dan masalah baru. Dan agar perawat menjadi wasit untuk anggota profesi yang bertindak kurang professional atau merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan.
Etik dalam keperawatan
  • Seorang perawat harus terus mengembangkan suatu perasaan yang kuat tentang identitas moral mereka, mencari dukungan dari sumber profesional yang sedia, dan mengembangkan pengetahuan serta kemampuan mereka dalam bidang etik.
  • Kode etik profesional menugaskan tanggungjawab dan tanggung gugat dan komite etik institusional memberikan dukungan dan arahan untuk praktik etis.
  • Seorang perawat harus dapat melakukan asuhan adalah bagian dari usaha manusia untuk bertahan hidup
  • Memiliki perasaan empati pada orang lain
  • Memahami situasi yang di alami orang lain
  • Mencoba memahami kehidupan dan pengalaman hidup orang lain
  • Mampu mengambil tindakan demi kepentingan orang lain.
Kewajiban dan hak perawat :
A. kewajiban perawat
  1. seorang perawat harus menghormati hak pasien.
  2. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani
  3. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.
  4. Meminta informasi
  5. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan
  6. Melakukan catatan keperawatan dengan baik.
  7. Memenuhi Standart profesi
  8. Membantu program pemerintah
  9. Meningkatkan mutu pelayanan dengan mengikuti perkembangan IPTEK
B. hak perawat
  1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas seseuai dengan   profesinya
  2. mengembangkan diri melalui kemampuan sesealisasi sesuai dengan latar belakang pendidikan
  3. menolak keinginan pasien yang brtentangan dengan peraturan perundang-undangan serta standart profesi dan kode etik profesi.
  4. mendapatkan informasi lengkap dari pasien yang tidak puas terhadap pelayanannya.
  5. meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan secara terus-menerus
  6. di perlakukan secara adil dan jujur oleh rumah sakit maupun pasien dan ataupun keluarganya
  7. mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya
  8. di ikutsertakan dalam penyusunan atau penetapan kebijakannya kesehatan di rumah sakit
  9. di perhatikan privasinya dan berhak menuntut apabila nama baiknya di cemarkan oleh klien/pasien dan atau keluarganya serta tenaga kesehatan lainnya
  10. menolak pihak lain yang memberi anjuran atau permintaan tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan serta profesi dan kode etik profesi
  11. mendapatkan penghargaan imbalan yang layak dari jasa profesinya sesuai peraturan atau ketentuan yang berlaku di rumah sakit
  12. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karir
Hak –hak pasien yang secara luas dikenal menurut Megan ( 1989 ) meliputi:
  1. Hak untuk  mendapakan pelayanan kesehatan yangn adil,memadai dan berkualitas
  2. Hak untuk diberi informasi
  3. Hak untuk dilibatkan dalam pembuatan keputusan tentang pengobatan dan perawatan
  4. Hak untuk memberikan informed consent
  5. Hak untuk menolak suatu consent
  6. Hak untuk mengetahui hak dan status tenaga kesehatan yang menolong
  7. Hak untuk mempunyai pendapat kedua
  8. Hak untuk diperlakukan dengan hormat
  9. Hak untuk konfidensialitas ( termasuk privasi )
  10. Hak untuk memiliki integritas tubuh
  11. Hak untuk kompensasi terhadap cedera yang tidak legal
  12. Hak untuk mempertahankan dignitas ( kemuliaan ) termasuk dying with dignity
Daftar Pustaka
  1. Bertens k.1993.etika.jakarta.gramedia pustka utama
  2. http://www.crayonpedia.org/mw/Norma-Norma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat,_Berbangsa_dan_Bernegara_7.1
  3. www.Scribd.com/doc/38865978/nilai-dan-norma.